14 - 24 September 2017

ICE - BSD CITY

Future City


Butuh Kesungguhan Semua Pihak

Dewasa ini, Future City menjadi sebuah tantangan. Konsep kota masa depan berbasis teknologi informasi ini menjadi model ideal untuk menata kota. Tujuannya, untuk meningkatkan produktivitas manusia melalui sistem yang tertata rapi.

Hal ini meliputi sistem pengelolaan dan pemanfaatan energi, pengaturan tata ruang, pengendalian kualitas lingkungan, dan sistem transportasi. Tak ketinggalan sistem transaksi keuangan dan pembayaran serta pelayanan publik.

Saat ini beberapa kota di dunia bahkan sudah berpredikat sebagai kota pintar masa depan. Seperti Barcelona (Spanyol), New York (Amerika Serikat), London (Inggris), Nice (Prancis), dan Singapura. Kelima kota ini dinilai berhasil dalam penerapan dan sudah berhasil dinikmati masyarakatnya.

Barcelona misalnya. Kota ini dinilai pintar dalam mengimplementasikan sistem pengelolaan dan pemeliharaan kualitas lingkungan serta perparkiran. Di sana terdapat alat untuk mendeteksi kualitas udara sepanjang jalan.

Ada juga lampu penerangan jalan dan perparkiran yang semuanya bisa dikontrol. Selain itu, terdapat aplikasi bagi wisatawan untuk menggunakan navigasi pemandangan kota. Di Llevant Beach, ada 22 unit pencahayaan self-powered yang di antaranya mengandalkan tenaga surya dan angin.

Unit bertenaga angin dapat berfungsi menyimpan energi yang cukup untuk beroperasi selama enam hari. Ada juga Wi-Fi gratis di ruang publik seperti pantai, taman, dan ruang publik lainnya. Diperkirakan ada sekitar 1.500 hot spot Wi-Fi di seluruh ruang publik di Barcelona. Sementara London dinilai ‘pintar’ dalam penerapan dan pemanfaatan teknologi serta open data resource. Terbukti dengan adanya datastore London, kota ini menerima 25 ribu pengunjung untuk mengakses beragam kebutuhan kota. Dan tak kurang dari 450 aplikasi transportasi masuk dan dibuat dari datastore tersebut.

Bagaimana dengan Indonesia? Dilihat dari potensi yang ada, bebrapa kota di Indonesia berpeluang untuk mengadopsi konsep Future City. Potensi ini bisa dilihat di Jakarta, Bandung, Surabaya, Denpasar, dan beberapa kota lainnya.

Tentu saja untuk merealisasikan itu diperlukan kerja keras untuk melakukan pembenahan. Dibutuhkan kesungguhan dan komitmen serius dari semua pihak. Terutama semua pemangku kepentingan, baik di tingkat nasional maupun lokal, termasuk kalangan industri dan dunia usaha.